Hyperpop

Hyperpop: Mengenal Genre Musik Futuristik yang Mengubah Wajah Pop Modern

•

loopersc – Musik pop pernah punya aturan yang cukup mudah dikenali. Melodinya dibuat catchy, vokalnya terdengar jelas, dan produksinya dirancang supaya nyaman didengarkan. Namun, ketika internet mulai mengubah cara orang menemukan dan menciptakan musik, muncul sekelompok musisi yang justru tertarik membongkar aturan tersebut.

Mereka mempercepat tempo, mengubah suara manusia menjadi terdengar seperti karakter digital, lalu menggabungkan dentuman bass, synthesizer, dan melodi manis ke dalam satu lagu yang terasa kacau sekaligus menyenangkan.

Dari eksperimen semacam inilah hyperpop berkembang menjadi salah satu fenomena menarik dalam musik kontemporer.

Genre ini tidak sekadar membuat musik pop terdengar lebih keras atau cepat. Para musisinya memperlakukan teknologi produksi sebagai bagian dari ekspresi artistik. Suara yang biasanya dianggap terlalu diproses, terlalu tajam, atau terlalu berlebihan justru menjadi daya tarik utama.

Bagi pendengar baru, lagu-lagunya mungkin terdengar seperti musik dari masa depan. Namun, di balik produksi yang ekstrem, terdapat pengaruh panjang dari budaya internet, musik elektronik, komunitas independen, dan keinginan untuk menantang batas kreativitas.

Apa Itu Hyperpop?

Hyperpop adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendekatan musik pop eksperimental dengan produksi digital yang intens, manipulasi vokal, serta perpaduan berbagai gaya musik elektronik.

Istilah ini tidak mempunyai definisi musikal yang sepenuhnya baku. Sebagian musisi yang dikaitkan dengannya bahkan tidak selalu menganggap karya mereka berada dalam satu genre yang sama.

Secara umum, musik tersebut mengambil unsur pop yang mudah dikenali, seperti hook yang kuat dan melodi menarik, kemudian mendorongnya ke arah yang lebih ekstrem.

Vokal dapat dinaikkan nadanya hingga terdengar tidak alami. Bass dibuat sangat tebal, sementara efek distorsi dan perubahan tempo digunakan untuk menciptakan kejutan.

Pengaruhnya bisa datang dari bubblegum pop, trance, EDM, hip-hop, glitch, hingga musik dance yang berkembang melalui komunitas internet.

Karena karakter tersebut, genre ini sering terasa seperti pertemuan antara musik populer dan eksperimen suara yang tidak terlalu memedulikan batas konvensional.

Sejarah Hyperpop dan Awal Kemunculannya

Eksperimen Musik Elektronik Sebelum Menjadi Tren

Perkembangan gaya musik ini tidak muncul dari satu lagu atau satu musisi saja.

Sebelum istilahnya populer, berbagai produser telah bereksperimen dengan vokal yang dimanipulasi, synthesizer ekstrem, dan struktur lagu yang tidak biasa.

Pada awal 2010-an, kolektif musik PC Music yang didirikan oleh produser Inggris A. G. Cook menjadi salah satu pusat perkembangan pendekatan tersebut.

Melalui rilisan digital, kolektif ini memperkenalkan musik yang terdengar sangat mengilap, sintetis, dan terkadang sengaja menyerupai estetika iklan atau budaya konsumen.

Alih-alih menyembunyikan penggunaan teknologi, para musisinya justru menonjolkan proses digital sebagai identitas musik.

Pada periode yang berdekatan, produser SOPHIE juga mengembangkan suara elektronik yang khas melalui desain bunyi yang terasa seperti plastik, logam, karet, dan material buatan lainnya.

Karya-karya tersebut membantu membentuk landasan estetika yang kemudian banyak diasosiasikan dengan gerakan pop eksperimental ini.

Peran Charli XCX dalam Memperluas Popularitas

Nama Charli XCX memiliki hubungan penting dengan perkembangan musik ini.

Melalui kolaborasi bersama A. G. Cook dan SOPHIE, ia membawa pendekatan produksi eksperimental ke ruang musik pop yang lebih luas.

EP Vroom Vroom yang dirilis pada 2016 menjadi salah satu contoh bagaimana struktur pop dapat dipadukan dengan produksi elektronik yang agresif dan tidak biasa.

Perkembangan tersebut berlanjut melalui proyek seperti Pop 2 pada 2017, yang melibatkan berbagai kolaborator dari lingkungan musik alternatif.

Album how i’m feeling now pada 2020 kemudian memperlihatkan bagaimana pendekatan produksi digital yang intens dapat berpadu dengan penulisan lagu yang personal.

Karya-karya ini membantu memperkenalkan estetika tersebut kepada pendengar yang sebelumnya lebih akrab dengan musik pop arus utama.

Spotify dan Munculnya Identitas Genre

Meskipun karakter musikalnya telah berkembang selama beberapa tahun, penggunaan istilah hyperpop semakin meluas setelah Spotify memperkenalkan playlist dengan nama tersebut pada 2019.

Playlist itu membantu mengumpulkan berbagai musisi yang sebelumnya berada dalam komunitas atau subgenre berbeda.

Di satu sisi, pengelompokan tersebut membuat pendengar lebih mudah menemukan musik dengan karakter produksi serupa.

Namun, di sisi lain, label yang terlalu luas juga menimbulkan perdebatan. Tidak semua artis yang masuk ke dalam kategori tersebut memiliki pendekatan artistik atau pengaruh musikal yang sama.

Situasi ini membuatnya menarik sebagai fenomena budaya. Identitas genre tidak hanya terbentuk melalui kesamaan suara, tetapi juga melalui platform streaming, komunitas penggemar, dan percakapan di internet.

Ciri Khas Musik Hyperpop yang Mudah Dikenali

Vokal Digital dengan Pitch Tinggi

Salah satu karakter yang paling mudah dikenali adalah penggunaan manipulasi vokal secara ekstrem.

Produser dapat mengubah nada suara, mempercepat rekaman, atau menambahkan efek pemrosesan sehingga vokal terdengar seperti karakter animasi maupun suara sintetis.

Teknik ini sering menggunakan pitch shifting, formant shifting, Auto-Tune, dan berbagai perangkat produksi digital lainnya.

Menariknya, perubahan tersebut tidak selalu dimaksudkan untuk menyembunyikan kekurangan vokal.

Dalam banyak karya, manipulasi suara justru menjadi cara untuk menciptakan identitas artistik, membangun suasana emosional, atau mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat mengubah persepsi terhadap suara manusia.

Bass Kuat, Distorsi, dan Synthesizer Ekstrem

Produksi musiknya sering menggunakan lapisan suara yang padat.

Bass dapat terdengar sangat dominan, synthesizer menghasilkan tekstur tajam, dan distorsi digunakan untuk menambah intensitas.

Namun, tidak semua lagu memiliki energi yang sama. Sebagian terdengar cepat dan agresif, sementara yang lain menggunakan melodi lembut dengan detail produksi yang tidak biasa.

Kontras menjadi bagian penting dari pengalaman mendengarkan.

Sebuah lagu dapat dimulai dengan vokal manis, kemudian berubah menjadi bagian instrumental yang penuh suara digital dan perkusi keras.

Perubahan semacam ini menciptakan kesan tidak terduga tanpa harus sepenuhnya meninggalkan struktur pop.

Pengaruh Budaya Internet dan Estetika Digital

Hubungan genre ini dengan internet tidak hanya terlihat dari cara musiknya didistribusikan.

Estetika visualnya juga sering memanfaatkan warna mencolok, desain futuristik, gambar yang dimanipulasi, serta referensi terhadap budaya digital.

Beberapa karya mengambil inspirasi dari video game, forum internet, meme, dan gaya visual awal perkembangan web.

Lingkungan online memungkinkan musisi dari berbagai tempat saling bertukar ide tanpa harus berada dalam satu kota atau komunitas fisik.

Akibatnya, perkembangan musik menjadi lebih cepat dan terbuka terhadap pengaruh yang sangat beragam.

Musisi Hyperpop yang Berpengaruh dalam Perkembangannya

SOPHIE dan Eksperimen Suara yang Revolusioner

SOPHIE merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam perkembangan pop elektronik eksperimental.

Sophie
Oil Of Every Pearl's Un-Insides 2018 Electronic - Sophie - Download Electronic Music - Download Ponyboy - Oil Of Every Pearl's Un-Insides

Murió la cantante y productora musical SOPHIE | La Opinión Austral

Melalui lagu seperti Bipp dan album Oil of Every Pearl’s Un-Insides, ia memperkenalkan pendekatan desain suara yang tidak biasa.

Bunyi yang dihasilkan sering menyerupai material fisik, mulai dari logam hingga plastik elastis. Tekstur tersebut kemudian dipadukan dengan vokal, ritme elektronik, dan struktur komposisi yang penuh kejutan.

Karyanya juga berkaitan dengan eksplorasi identitas, transformasi, dan ekspresi diri. Dalam konteks musik elektronik, pendekatan tersebut memperluas kemungkinan bagaimana suara sintetis dapat menyampaikan pengalaman emosional.

SOPHIE meninggal pada 2021, tetapi pengaruhnya tetap terasa melalui karya musisi yang meneruskan eksplorasi suara digital.

100 gecs dan Popularitas Musik yang Tidak Terduga

Duo 100 gecs yang terdiri dari Laura Les dan Dylan Brady membawa pendekatan berbeda melalui perpaduan musik elektronik, pop punk, ska, hip-hop, dan berbagai gaya lainnya.

This Is Your Brain on 100 gecs | Pitchfork
1000 gecs vinyl
 – 100 gecs

100 gecs | music profile with latest songs, videos and biography

Album 1000 gecs menjadi salah satu rilisan yang membantu memperkenalkan gaya ini kepada pendengar lebih luas.

Lagu seperti money machine menampilkan vokal yang dimanipulasi, perubahan energi mendadak, dan produksi yang sengaja terdengar berlebihan.

Menariknya, karya mereka juga memperlihatkan pengaruh humor internet. Beberapa bagian terdengar absurd, tetapi tetap dibangun dengan melodi yang mudah diingat.

Popularitas duo ini menjadi salah satu alasan penting di balik kemunculan playlist Spotify yang kemudian memperluas penggunaan nama genre tersebut.

A. G. Cook dan Peran PC Music

Sebagai pendiri PC Music, A. G. Cook berperan penting dalam membangun lingkungan kreatif yang memungkinkan eksperimen pop berkembang.

A. G. Cook talks new album 'Britpop' • Interview • DIY Magazine

Karyanya dikenal melalui produksi yang sangat detail, manipulasi vokal, dan permainan antara suara yang terdengar komersial dengan struktur musik yang tidak konvensional.

Melalui proyek pribadi dan kolaborasi bersama musisi lain, ia menunjukkan bahwa musik pop dapat menjadi ruang eksperimen tanpa harus kehilangan daya tarik melodinya.

PC Music sendiri menjadi salah satu simbol penting budaya musik digital pada 2010-an, terutama karena kemampuannya membangun identitas artistik melalui internet.

Perbedaan Hyperpop dengan Musik Pop dan EDM

Sekilas, genre ini mempunyai banyak kesamaan dengan musik pop elektronik dan electronic dance music atau EDM.

Ketiganya dapat menggunakan synthesizer, drum elektronik, serta teknik produksi berbasis komputer. Namun, perbedaan utamanya terletak pada cara unsur-unsur tersebut digunakan.

Musik pop arus utama umumnya mengutamakan struktur lagu yang mudah diikuti. Produksi dibuat untuk mendukung vokal, melodi, dan pengalaman mendengarkan yang relatif konsisten.

EDM sering menekankan ritme, pembangunan energi, dan bagian klimaks yang cocok untuk suasana klub atau festival.

Sementara itu, hyperpop cenderung lebih bebas mencampurkan berbagai pendekatan. Sebuah lagu dapat menggunakan melodi pop yang manis, kemudian tiba-tiba berubah menjadi bagian instrumental dengan distorsi keras.

Namun, batas antarjenis musik ini tidak selalu jelas. Banyak artis menggunakan unsur dari beberapa genre sekaligus.

Karena itu, perbedaannya lebih tepat dipahami sebagai kecenderungan artistik daripada seperangkat aturan yang wajib diikuti setiap musisi.

Pengaruh TikTok dan SoundCloud terhadap Popularitas Genre

Perkembangan musik digital mengubah cara musisi membangun audiens.

Dahulu, popularitas sering bergantung pada label rekaman, radio, dan televisi. Kini, seorang produser dapat mengunggah lagu dari kamar tidur dan menjangkau pendengar internasional melalui platform online.

SoundCloud memainkan peran penting dalam perkembangan komunitas musik eksperimental karena memberikan ruang bagi karya yang belum tentu sesuai dengan selera industri arus utama.

Sementara itu, TikTok membantu memperkenalkan potongan lagu kepada pengguna melalui video pendek, tren kreatif, dan konten buatan penggemar.

Pada masa pandemi COVID-19, aktivitas musik online juga semakin penting ketika konser dan pertemuan langsung mengalami pembatasan.

Kondisi tersebut memperkuat komunitas digital yang saling berkolaborasi melalui Discord, SoundCloud, dan platform lainnya.

Gelombang musisi yang sering dikaitkan dengan istilah digicore turut berkembang dalam lingkungan tersebut. Walaupun memiliki hubungan estetika dengan pop eksperimental sebelumnya, komunitas ini mempunyai sejarah dan identitas tersendiri.

Mengapa Musik Hyperpop Disukai Generasi Muda?

Salah satu daya tariknya adalah kebebasan berekspresi.

Bagi sebagian pendengar, musik yang terlalu rapi justru terasa kurang menarik. Mereka mencari sesuatu yang lebih spontan, emosional, dan tidak mudah ditebak.

Pendekatan produksi yang ekstrem memberikan pengalaman mendengarkan berbeda. Lagu bisa terasa lucu, agresif, sedih, dan menyenangkan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Selain itu, budaya internet membuat pendengar terbiasa dengan perpaduan berbagai gaya visual dan suara. Perubahan cepat yang dahulu dianggap mengganggu kini dapat menjadi bagian dari pengalaman kreatif.

Komunitas musik ini juga mempunyai hubungan erat dengan ekspresi identitas, termasuk kontribusi sejumlah musisi queer dan transgender yang berpengaruh terhadap perkembangannya.

Namun, tidak semua pendengar menyukai genre tersebut karena alasan yang sama. Sebagian tertarik pada eksperimen teknis, sementara yang lain menikmati melodinya atau merasa terhubung dengan komunitas kreatifnya.

Cara Mengenal Hyperpop bagi Pendengar Baru

Memasuki dunia musik eksperimental terkadang terasa membingungkan, terutama ketika sebuah lagu mempunyai banyak perubahan suara dalam waktu singkat.

Pendengar yang lebih terbiasa dengan pop konvensional dapat memulai melalui karya Charli XCX seperti Vroom Vroom atau lagu-lagu dari proyek Pop 2.

Setelah mulai mengenali karakter produksinya, karya SOPHIE dapat menjadi pintu masuk untuk memahami desain suara yang lebih eksperimental.

Sementara itu, musik 100 gecs menawarkan pengalaman yang lebih kacau dan penuh kejutan, dengan pengaruh dari berbagai genre populer.

Tidak perlu langsung menyukai semua karya yang ditemukan. Justru salah satu hal menarik dari eksplorasi musik adalah menemukan perbedaan antara suara yang terasa asing dan suara yang akhirnya menjadi menyenangkan setelah beberapa kali didengarkan.

Masa Depan Hyperpop dan Pengaruhnya terhadap Industri Musik

Seiring waktu, pengaruh gaya produksi ini mulai terlihat dalam musik pop yang lebih luas.

Manipulasi vokal ekstrem, synthesizer tajam, dan struktur lagu yang tidak biasa semakin sering digunakan oleh musisi dari berbagai latar belakang.

Namun, popularitas sebuah estetika tidak selalu berarti bahwa nama genrenya akan terus digunakan dengan cara yang sama.

Sebagian musisi memilih meninggalkan label tertentu karena merasa karya mereka berkembang melampaui kategori tersebut.

Perkembangan album Brat memperlihatkan bagaimana pendekatan elektronik yang berani dapat memperoleh perhatian budaya populer secara luas, meskipun album itu sendiri tidak perlu dikategorikan sepenuhnya sebagai satu genre.

Di sisi lain, komunitas independen terus menciptakan suara baru melalui perpaduan musik digital, hip-hop, rock, dan eksperimen produksi rumahan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengaruh sebuah gerakan musik tidak selalu diukur dari seberapa lama namanya bertahan.

Terkadang, pengaruh terbesar justru muncul ketika gagasan yang awalnya dianggap aneh mulai menjadi bagian biasa dari cara musisi menciptakan karya.

Musik yang dahulu terdengar terlalu keras, terlalu digital, atau terlalu tidak konvensional kini telah membantu memperluas kemungkinan produksi pop modern.

Referensi

PBS Sound Field — How Did Pop Music Evolve into HYPERPOP? https://www.pbs.org/video/how-did-pop-music-evolve-into-hyperpop-6pfaas/

VICE — This Is Hyperpop: A Genre Tag for Genre-less Music https://www.vice.com/en/article/this-is-hyperpop-a-genre-tag-for-genre-less-music/

Pitchfork — 100 gecs and the Mystery of Hyperpop https://pitchfork.com/features/podcast/100-gecs-and-the-mystery-of-hyperpop

Chartmetric — The Hype Behind Hyperpop Artists https://hmc.chartmetric.com/hyperpop-genre-origins-rise/

Orphiq — What Is Hyperpop? Sound, Origins, and Influence https://orphiq.com/resources/what-is-hyperpop